IBS PKMKK: Kini telah Menjadi bagian dari Hidupku
Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Sejak pertama kali menginjakkan kaki di IBS Padepokan Kyai Mudrikah, saya telah merasakan atmosfer pendidikan yang berbeda. Bukan hanya fasilitasnya yang memadai, tapi juga nilai-nilai akhlak dan tata krama yang menjadi inti pengajaran di sini. Ah, bayangkan jika saya tidak memilih sekolah ini, mungkin saya tak akan pernah mengetahui cara menata sandal atau salam khas santri IBS PKMKK. Di sini, saya merasa seperti di rumah sendiri, meski ada kala rasa kangen yang menyergap. Namun, satu impian besar saya adalah menjadi sosok seperti pendiri Padepokan Kyai Mudrikah, Dr. KH. Ahmad Muhlis, MA.
Pengalaman Suka: Kebersamaan di asrama adalah salah satu yang tak terlupakan. Punya banyak teman, saling berbagi, dan yang paling penting: makan tanpa ngantri! Meski untuk mandi perlu sedikit kesabaran ekstra karena harus antri. Di sini, saya menemukan kesenangan pada pelajaran Sejarah Islam (SKI). Di pagi hari, pelajaran Prakarya menjadi favorit, sementara di malam hari, belajar laptop dan multimedia menjadi kegiatan yang ditunggu-tunggu, terutama pada malam Rabu dan Minggu.
Pengalaman Duka: Hari pertama tanpa kehadiran orang tua di samping saya, air mata ini tak bisa terbendung. Kenangan bersama keluarga selalu terngiang, membuat hati ini berkecamuk. Setiap kali saya hendak shalat di masjid, saya selalu merasa sedih, memikirkan kabar mereka di rumah. Namun, lambat laun saya menyadari bahwa menjadi santri berarti harus patuh pada guru dan orang tua serta menjauhi perbuatan nakal.
Penutup: IBS PKMKK, yang merupakan singkatan dari Islamic Boarding School Padepokan Kyai Mudrikah Kembang Kuning, kini telah menjadi bagian dari hidup saya. Saking besarnya rasa syukur dan bahagia, kadang saya tak menemukan kata-kata yang tepat untuk menggambarkannya. Semoga IBS PKMKK semakin berkembang dan semakin banyak yang bergabung. Semoga semua santri selalu diberi kesehatan dan keberkahan oleh Allah SWT. Terus berjuang, IBS, karena kita adalah jaya dan luar biasa!
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Penulis: Ilham Alaikal Maurobi