Berita Kegiatan IBS PKMKK

Penyamaan Persepsi Pembelajaran di IBS Padepokan Kyai Mudrikah Kembang Kuning Bersama Walisantri

Pamekasan- Ahad, 06 Agustus 2023 IBS PKMKK menyelenggarakan kegiatan penyamaan persepsi pembelajaran di IBS PKMKK. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh walisantri dari siswa MTs Negeri 3 Pamekasan kelas Multimedia dan juga Walisantri Madrasah Diniyah Takmiliyah Wustho (MDTW). Santri di IBS PKMKK terdiri dari santri yang mengikuti pembelajaran formal yang berada di bawah naungan MTs Negeri 3 Pamekasan dan juga santri yang tidak mengikuti pendidikan formal di MTs Negeri 3 Pamekasan.

IBS PKMKK memiliki ciri khas dalam kurikulumnya yaitu: Sistem asrama (Boarding System), Sistem Kredit Semester (SKS), Multimedia, dan Kurikulum  Merdeka. Saat ini merupakan tahun kedua IBS PKMKK menerima santri berasrama. Sekitar 90 persen santri berasrama adalah siswa MTs Negeri 3 Pamekasan, sisanya merupakan santri yang belajar di sekolah atau perguruan tinggi yang ada di Pamekasan. Bagi santri yang sekaligus siswa MTs Negeri 3, mereka mengikuti kurikulum secara penuh. Namun santri yang tidak belajar formal masuk dalam kategori santri MDTW. Kedua jenis santri ini akan diberikan penilain dengan menekankan pada capaian hasil belajar bukan pada penilaian berupa angka. Mereka ini akan menerima hasil belajar berupa rapor MDTW.

Kurikulum merdeka di IBS PKMKK dilaksanakan secara penuh karena kurikulum ini memberikan peluang berbasis otonomi atau kemandirian pada lembaga untuk mengembangkan pendidikan. Sistem SKS dilaksanakan dengan model, santri yang bisa menyelesaikan pembelajaran satu kitab akan melanjutkan pada kitab lebih tinggi. Sementara mereka yang tertinggal harus menyelesaikan meski harus belajar bersama dengan adik kelasnya. Multimedia menjadi ciri khusus karena kemampuan para santri saat ini diarahkan untuk penguasan photoshop, corel draw, dan cinematography. Secara perlahan capaian santri sampai saat ini sudah cukup baik.

Pada kesempatan itu Direktur Utama IBS PKMKK, Dr. H. Achmad Muhlis, MA. menyampaikan tentang pentingnya motivasi santri dan walisantri dalam menguatkan pembelajaran di IBS PKMKK. Dia menjelaskan tentang pentingnya dukungan walisantri bagi kelancaran dan kesuksesan pembelajaran anak mereka di IBS PKMKK. Setidaknya orang tua melakukan tiga hal bagi putra-putrinya: Mendoakan, Mensujudkan, dan bersedekah untuk keberhasilan putra-putrinya. Walisantri diharapkan untuk bangun tengah malam untuk mendokan putra-putrinya, karena para santri juga dibangunkan malam untuk melakukan qiyamul lail, agar antara walisanti, santri dan pengelola bisa nyambung secara spiritual. Walisantri diminta untuk mensujudkan putra-putrinya, memohon kepada Allah setiap selesai sholat. Selain itu walisantri juga diminta untuk bersedekah demi keberhasilan putra-putrinya. Sedekah ini merupakan ibadah sosial agar orang yang diberi sedekah meresa ikut senang dan bahagia. Paling tidak jika kita membahagiakan orang maka Allah SWT akan memberi kebahagiaan bagi kita. Dan salah satu kebahagiaan itu adalah anak yang sholeh.

Direktur pengembangan Soft Skill dan Hard Skill Post-Undergraduated, Dr. Heni Listiana, M,Pd.I menyampaikan tentang sejumlah tata tertib dan aturan yang ada di IBS PKMKK. Semua warga IBS PKMKK: santri, walisantri, dan pengelola harus tunduk dan patuh pada sistem yang ada di IBS PKMKK. Hal ini sejalan dengan pakta integritas dan komitmen yang pernah dibuat oleh santri dan walisantri. Kerjasama yang baik akan membantu memudahkan pencapaian visi IBS PKMKK, Unggul, Inovatif, Berdaya Saing dan Santun. Pengelola IBS PKMKK berusaha untuk memberikan layanan pendidikan yang terbaik bagi seluruh warga IBS PKMKK, karena itu merupakan komitmen dari pendiri untuk memberikan pendidikan yang berkualitas untuk masyarakat tanpa biaya.

Kegiatan silaturrahim ini penting dilakukan agar komunikasi berjalan dua arah diantara seluruh warga IBS PKMKK. Semua santri diberikan fasilitas yang sama sehingga semua berkedudukan setara di lingkungan IBS PKMKK. Ajaran tentang moderasi beragama, toleransi, dan anti bullying dapat diterapkan dengan secara bertahap dengan metode pembiasaan. Kesantunan sebagai santri juga perlu ditekankan bukan hanya saat di lingkungan IBS PKMKK tapi juga saat mereka berada di lingkungan masyarakat.

 

Penulis

Heni Listiana