Menggagas Era Baru Pembelajaran Kitab Kuning: Training of Trainer Metode Al-fatih Program Akselerasi Bagi Pemula
Pamekasan - Kolaborasi strategis antara IBS Padepokan Kyai Mudrikah Kembang Kuning dan PP Al-Madinah Sumber Mas Rombiya Barat Ganding Sumenep Madura, telah menghasilkan sebuah pelatihan inovatif: "Training of Trainer (ToT) Metode Al-Fatih Program Akselerasi Belajar Kitab Kuning Bagi Pemula".
Pelatihan yang berlangsung pada Ahad, 06 Agustus 2023 di Gedung IBS PKMKK lantai dua ini, dihadiri oleh lima asatidz, sepuluh calon tutor santri, serta lima santri yang menjadi objek praktek baca kitab. Dalam pelatihan ini, Ustadz Lukman, sebagai pelatih utama, berbagi pengetahuan dan keterampilan tentang metode Al-Fatih, sebuah program akselerasi belajar kitab kuning bagi pemula.
Pelatihan ini dirancang dengan tujuan memberikan bekal kepada asatidz untuk menerapkan metode Al-Fatih, serta melatih santri senior untuk menjadi tutor sebaya bagi santri baru. Diharapkan melalui metode ini, proses belajar kitab kuning dapat dipercepat dan efektif tanpa mengabaikan pemahaman materi.
Dengan keahlian dan gaya pengajarannya yang menarik, Ustadz Lukman sukses mengubah suasana pelatihan menjadi sebuah lingkungan belajar yang menyenangkan. Memadukan kejenakaan dan ice breaking kekinian, Ustadz Lukman sukses mencairkan suasana dan membangun hubungan yang lebih dekat dengan peserta.
Meski durasi pelatihan yang cukup panjang, peserta pelatihan merasa sangat antusias dan menikmati setiap sesi yang diadakan. Berkat metode pengajaran yang efektif dan menarik dari Ustadz Lukman, sejumlah peserta menyatakan bahwa mereka mampu memahami penjelasan yang diberikan dengan baik.
Tindak lanjut dari pelatihan ini akan melibatkan implementasi metode Al-Fatih pada santri baru dan perencanaan pelatihan lanjutan untuk level 4, 5, dan 6. Dalam hal ini, IBS PKMKK telah mendapat izin resmi untuk mengajarkan metode Al-Fatih Program Akselerasi Belajar Kitab Kuning.
Saat ini, santri di IBS PKMKK telah berhasil menyelesaikan kitab Al-Fatih jilid I, yaitu mengkaji kitab Safinatun Najah. Direktur Pengembangan Usaha IBS PKMKK yang juga pengajar kitab Al-Fatih, K. Moch. Cholid Wardi, M.HI, berpendapat bahwa metode ini sangat tepat untuk diterapkan bagi santri di IBS PKMKK. Menurutnya, keunggulan metode ini terletak pada kesederhanaan dan kepraktisan. Santri akan difokuskan pada pembelajaran baca kitab, tanpa harus belajar gramatikal bahasa Arab seperti nahwu dan shorrof terlebih dahulu. Dengan demikian, pembelajaran kitab kuning dapat menjadi lebih fokus dan efisien.
Dalam dua pekan kedepan, para santri senior ini akan diuji kompetensinya dalam membaca kitab kuning, khususnya Kitab Safinatun Najah. Mereka dituntut untuk serius mempersiapkan diri dan memahami seluruh materi yang telah dipelajari. Pasalnya, ujian kompetensi ini akan dilakukan langsung oleh penggagas metode Al Fatih, K. Mufti Khozin Pengasuh Al-Madinah Sumber Mas Rombiya Barat Ganding Sumenep Madura. Maka dari itu, persiapan yang matang menjadi kunci bagi para santri untuk menunjukkan pemahaman dan kompetensi mereka.
Penulis
Heni Listiana