Dari Emosi ke Ketenangan: Memaknai Hari-hari sebagai Santri IBS PKMKK
Saya memilih untuk bergabung dengan IBS PKMKK karena ketertarikan saya pada multimedia dan keinginan untuk menjadi individu yang cerdas, beretika, dan memiliki akhlak yang baik. Di sini, saya diajarkan disiplin, seperti mengantri saat mandi dan membayar iuran asrama tepat waktu. Saya merasa beruntung bisa belajar di tempat yang dilengkapi fasilitas asrama yang nyaman dan teknologi yang mutakhir.
Saya dan teman-teman sering menghabiskan waktu senggang dengan bermain air, bola, dan berlarian satu sama lain. Salah satu momen yang paling berkesan adalah saat berkenalan dengan sesama penghuni asrama dan berbagi cerita. Kami juga sering bermain-main dengan sarung dan pura-pura menjadi pocong sebelum tidur.
Tujuan saya adalah untuk membuat orang tua saya bangga dan menjadi penghafal al-Qur’an. Saat ini, saya tengah mempelajari disiplin dan sangat menikmati saat-saat seni sholawat al-Banjari. Kadang-kadang, saya dan teman-teman kreatif membuat truk dan tong-tong dari kardus, yang sangat menyenangkan. Meski demikian, ada beberapa teman yang kurang menyenangkan dan cenderung mudah marah.
Beberapa hal yang menjadi tantangan bagi saya adalah menghafal al-Qur’an, memahami matematika, dan pelajaran Aswaja. Kegiatan-kegiatan tersebut kadang-kadang membuat saya merasa frustasi dan sulit untuk fokus. Terlebih saat awal menginjakkan kaki di asrama, saya kesulitan mengendalikan emosi, terutama ketika suasana asrama menjadi begitu ramai dan mengganggu tidur saya. Saya pernah merasa sangat frustasi hingga memutuskan untuk meninggalkan asrama untuk sementara. Namun, setelah menghabiskan waktu sebulan di sini, perasaan saya berubah dan saya kini merasa nyaman. Harapan saya ke depan, saya bisa menjadi santri yang baik dan cerdas.
Penulis: Moh. Dhani