Kegiatan Ngaji Pagi: Belajar Cepat Membaca Kitab Kuning Metode Kitab Al-Fatih
Pada pagi hari, santri IBS di Padepokan Mudrikah Kembang Kuning memulai kegiatan ngaji pada pukul 05.00-06.00 WIB. Santri IBS PKMKK harus berada di lobi gedung IBS PKMKK sebelum pukul lima. Tepat pukul 05.00 WIB, mereka sudah memulai pengajian pagi. Setiap santri harus menyetor beberapa fasal yang sudah dipahami.
Kegiatan ini melibatkan belajar kitab kuning atau kitab gundul, yang merupakan hal penting bagi santri IBS PKMKK. Santri wajib menyetor 5 fasal setiap harinya. Seluruh santri IBS PKMKK belajar membaca sambil mendalami penjelasannya, dan menerapkan apa yang ada di dalam kitab Safinatun Najah.
Ngaji pagi ini merupakan pengajian kitab Alfatih yang merupakan salah satu metode cepat baca kitab kuning yang dikarang oleh KH. A. Mufti Khazin. Kitab ini diterbitkan oleh Pondok Pesantren Al Madinah Sumber Mas Kampus II Sumenep. Pengajian pagi ini adalah belajar kitab gundul, yang simpel, cepat & menyenangkan.
Pengajian yang dilakukan oleh seluruh santri IBS PKMKK adalah pengajian kitab yang tidak sulit, justru menyenangkan dan bisa membuat mereka bisa membaca banyak kitab. Oleh karena itu, pada saat pengajian, santri harus fokus pada materi tersebut.
Santri pada saat pengajian dimulai, santri laki-laki dan perempuan dipisah menjadi dua ruangan. Adapun langkah-langkah pengajian pagi:
- Santri harus siap menyetor fasal dengan baik dan lancar.
- Santri harus bisa membaca kitab dengan lancar.
- Santri juga harus bisa membaca artinya dengan baik dan lain-lain.
Santri IBS PKMKK, membuktikan bahwa pengajian pagi ini dapat melatih otak kita dengan baik. Pengajian pagi ini juga mengajarkan berakhlaq baik dan mengikuti makna fasal yang kita baca. Santri IBS PKMKK, dapat mengambil pelajaran di dalam kitab tersebut.
Pada saat pengajian pagi dimulai, dijelaskan dulu bagian cara membaca di kitab tersebut dan memahami tanda-tanda yang ada di dalam kitab tersebut.
Kitab yang dipelajari santri IBS PKMKK, masih metode pemula, agar santri lebih mudah untuk memahami kitab pemula. Setelah dijelaskan oleh K. Moch. Cholid Wardi, M.HI, santri mulai mempelajari kitab tersebut. Setelah santri fasih, santri mulai menyetor fasal yang telah dikuasai.
Setelah santri menyetor fasal yang dikuasai, namun sebelum santri harus mempelajari tanda-tandanya sebanyak tiga puluh tanda.
Setelah santri menguasai semuanya, santri mendengarkan pelajaran yang dijelaskan oleh ustadz. Tepatnya pada pukul 06.00 Wib, santri mulai membaca nadhoman, dan setelah membaca nadhoman itu, santri membaca doa lalu mempersiapkan diri untuk pulang.
Dan setelah membaca doa, selesai untuk menyiapkan peralatan sekolah santri dan mulai beraktivitas seperti mandi, piket, makan, memakai seragam, sholat dhuha, ngaji dan lain-lain.
Penulis: Lina, Azka, Geby, dan Anam.