Berita Karya Santri

Menata Alas Kaki dengan Benar: Kecerdasan Disiplin Santri IBS PKMKK

Setiap elemen kehidupan di Islamic Boarding School Padepokan Kyai Mudrikah Kembang Kuning (IBS PKMKK) dilakukan dengan penuh kesadaran, termasuk hal sekecil menata alas kaki. Bukan hanya sekadar tradisi, melainkan sebuah bentuk pembelajaran yang mendalam tentang disiplin, kerapihan, serta tanggung jawab.

Sebagai salah satu aturan wajib, setiap santri diharuskan menata alas kakinya dengan cara membaliknya ke arah berlawanan. Sederhana, namun memiliki makna mendalam. Dengan ketegasan ini, jika seorang santri melihat alas kaki yang tak tertata dengan baik — entah itu milik ustadz, teman, atau bahkan tamu — dia memiliki kewajiban untuk merapikannya. Ini bukan sekadar tindakan kerapihan, melainkan pengembangan akhlak mulia kepada semua orang di sekitar.

Namun, apa jadinya jika seorang santri lalai dalam menerapkan aturan ini? Tentu ada konsekuensinya. Sanksi berupa tugas menulis, menghafal ayat Al-Qur’an atau Hadist, hingga membersihkan kamar mandi diberikan. Sanksi ini bukanlah hukuman, melainkan sebuah sarana introspeksi agar santri dapat mengambil pelajaran dan tidak mengulangi kesalahan.

Diterapkan setiap hari, di mana saja dan kapan saja, tujuan utama dari aturan ini adalah untuk mempertajam kesadaran santri akan pentingnya disiplin dan kerapihan. Saat berangkat sekolah, berangkat ngaji, atau pergi ke manapun, santri IBS PKMKK selalu diingatkan akan pentingnya menata alas kaki dengan benar.

Ketika kita membiarkan alas kaki berceceran, hal tersebut bisa mengganggu ketertiban dan kenyamanan banyak pihak. Namun, dengan menata dengan rapi, setiap santri, ustadz, atau bahkan tamu akan lebih mudah menemukan dan memakai alas kakinya. Selain itu, dengan kebiasaan ini, santri IBS PKMKK dapat membedakan diri mereka dengan murid-murid sekolah biasa, menunjukkan betapa santri tak hanya unggul dalam ilmu, tetapi juga dalam hal disiplin dan tanggung jawab.

Hal ini tidak hanya berlaku di lingkungan pesantren. Santri diwajibkan untuk menerapkan aturan ini di mana pun mereka berada: di masjid, asrama, area gedung padepokan, di rumah, saat bertamu, dan sebagainya.

Sebagai santri IBS PKMKK, ketika kita melihat seseorang, termasuk teman atau keluarga yang bukan bagian dari pesantren, menata alas kaki dengan tidak benar, kita memiliki kewajiban untuk menasehati dan memberitahukan cara yang benar. Karena keindahan dan kerapihan tidak hanya mencerminkan kepribadian yang baik, tetapi juga mencerminkan cinta kepada kebersihan yang merupakan sebagian dari iman. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW: “Sesungguhnya Allah SWT itu suci yang menyukai hal-hal yang suci, Dia Maha Bersih yang menyukai kebersihan.”

Manfaat dari kedisiplinan ini sangatlah banyak, dari kerjasama antarsantri, lingkungan belajar yang kondusif, hingga terjalinnya solidaritas yang kuat antar santri. Melalui kebiasaan sederhana ini, kita dapat menciptakan lingkungan yang lebih harmonis, rapi, dan damai.

Santri IBS PKMKK, bukan hanya pencari ilmu, tetapi juga pelaku kebaikan dalam setiap detail kehidupan sehari-hari.

 

Penulis: Arief,  Arin, Nazilla dan Ariqah