Ramadhan Camp 2024
Pemandangan sore di halaman IBS PKMKK terlihat ramai oleh sejumlah santri yang siap menyambut datangnya adzan Maghrib. Di bawah terop depan joglo IBS PKMKK tertata rapi hamparan karpet di atas tumpukan kotak kayu sebagai penyanggah duduk. Santri berbaris rapi mengambil menu buka puasa. Mereka mengambil piring, lauk-pauk, minuman, kerupuk, sambal, dan kurma yang disiapkan untuk mengisi keroncongan perut dan kering kerontang kerongkongan. Setelah piring terpenuhi mereka bergegas bergabung dengan temannya yang telah duduk melingkar di bawah terop.
Tentu saja, Ramadhan bagi santri adalah waktu yang sibuk untuk berkegiatan dengan menambah banyak pahala dan ilmu pengetahuan. Agar santri IBS tidak melupakan ilmu yang sudah didapat mereka bisa berbagi ilmu kepada peserta Ramadhan Camp lainnya. Ya, sebanyak 25 peserta Ramadhan Camp datang dari luar IBS PKMKK. Mereka ingin merasakan nuansa pesantren, sebagai tempat menuntut ilmu. Mereka belajar hidup mandiri jauh dari keluarga, dan bertahan untuk bisa berteman dengan santri lainnya.
Ramadhan Camp menjadi agenda rutin di IBS PKMKK. Antusias masyarakat sangat besar agar putra-putrinya memiliki kegiatan yang lebih bermanfaat. Karena biasanya mereka hanya menghabiskan waktu di depan ponsel. Selain kurang sehat, ponsel menjadikan anak-anak kecanduan dan malas berkegiatan. Dengan ikut serta dalam Ramadhan Camp santri akan belajar bersama dengan teman dan tentunya akan bertambah ilmu dan keterampilan.
Setelah seharian mengikuti berbagai kegiatan, mulai dari bangun, qiyamul lail, sahur, subuh berjamaah, tadarus satu satu juz, bersih-bersih dan melakukan kegiatan lain berupa belajar baca kitab kuning, literasi, multimedia, tahfidz, tajwid dan bahasa asing. Semua materi ini menjadi menu prasmanan yang dapat disantap sepanjang Ramadhan Camp.
Saat menunggu adzan maghrib, beberapa anak duduk melingkar dengan saling melempar candaan. Masing-masing santri menghadap piring makanan dan minuman serta menu lain dihadapannya. Sesekali mereka melihat hidangan di depan mata, sambil mendengarkan suara qiraah dari masjid Nurul Hidayah.
Riuh rendah suara santri membicarakan materi pembelajaran selama Ramadhan Camp dan beberapa di antara mereka tidak semangat karena tenaga yang mulai menurun. Namun melihat beberapa teman yang bersemangat melafalkan doa berbuka puasa. Segera mereka menyantap makanan yang sangat menggoda setelah seharian tak ada makanan dan minuman yang masuk ke kerongkongan. Semua anak khusuk menyantap makanan.
Saat mega merah mulai menghilang, suasana halaman IBS berangsur sepi. Semua berangkat berjamaah maghrib setelah mencuci alat makan dan minum. Hanyut dalam tafakkur dan berharap rahmat dari sang Pencipta.