Berita Cerita Santri

Santri yang Datang Terakhir

Saya, Qonitatul Maghfiroh, adalah santri yang datang terakhir di IBS Padepokan Kyai Mudrikah Kembang Kuning. Perjalanan ini tidak semulus yang diharapkan, sebab saya sebelumnya belajar di pesantren di luar kota. Namun, keputusan untuk berganti pesantren tidak datang begitu saja.

Sebenarnya, saya tidak merasa nyaman di pesantren sebelumnya. Hati saya berbicara, meronta, merindukan kampung halaman. Namun, karena saya harus menuruti keinginan orang tua, saya melangkah dengan kepala tegak menuju pesantren baru. Meski hati kurang setuju, tetap saja saya mematuhi kehendak orang tua.

Saat pertama kali tiba di IBS Padepokan Kyai Mudrikah Kembang Kuning, saya merasa seperti datang terlambat di dalam pertunjukan. Semua sudah memulai peran masing-masing, dan saya harus mencari tempat saya di tengah panggung kehidupan pesantren ini. Meski perasaan sulit beradaptasi terus menerpa, saya bersikap positif dan tetap berusaha mengikuti alurnya.

Sakit yang saya rasakan sebelumnya terus menghantui, membuat saya ragu apakah saya dapat melanjutkan perjalanan belajar di pesantren ini. Tetapi, dalam setiap cobaan itu, saya menemukan kekuatan baru. Setiap hari membawa pelajaran baru, dan pesantren ini, dengan segala keunikannya, memberikan saya kehangatan yang selama ini saya cari.

Berkat semangat dan dukungan dari teman-teman sebayaku dan ustadzah yang penuh pengertian, saya mulai merasa bahwa pesantren ini bisa menjadi rumah kedua yang saya butuhkan. Semangat belajar dan keyakinan dalam menjalani setiap hari membuat saya yakin bahwa saya bisa mengatasi tantangan.

Meskipun datang sebagai santri yang terakhir, semangat saya tidak kalah dengan yang lain. Saya percaya bahwa setiap perjalanan memiliki awal yang berbeda, dan saya yakin bahwa saya akan menemukan jejak keberhasilan di sini. Perjalanan saya mungkin dimulai dengan langkah yang ragu, tetapi kini saya berjanji untuk berlari dan mengejar cita-cita dengan penuh semangat di IBS Padepokan Kyai Mudrikah Kembang Kuning.

Penulis: Qonitatul Maghfiroh