Berita Cerita Santri

Di Balik Serambi IBS Padepokan Kyai Mudrikah: Kisah Suka Duka Seorang Santri

Pendahuluan:
Dorongan dari Mamak, disertai dengan hasrat pribadi, telah menuntun saya untuk memilih IBS Padepokan Kyai Mudrikah Kembang Kuning sebagai tempat pendidikan rohani dan akademik. Pada minggu pertama, saya mulai mengenal asrama, serta berkenalan dengan banyak sahabat baru.

Aktivitas Sehari-hari & Pembelajaran:

  • Pidato: Kesempatan belajar pidato membuat saya merasa beruntung, terutama dengan adanya mentor yang mengajari dengan dedikasi dan keikhlasan.
  • Matematika: Selama sebulan, materi pengurangan dan pembagian menjadi fokus saya, meskipun tak dipungkiri saya merasa kesulitan.
  • Ibadah & Hafalan: Setiap selesai pembelajaran formal, saya meluangkan waktu untuk solat Asar berjamaah, dilanjutkan dengan sorogan Al-Quran, sebuah metode hafalan yang diajarkan di sini.
  • Kesenian: Saya diperkenalkan dengan kesenian Al-Banjari, di mana saya juga berkesempatan memainkan derbika bersama teman-teman.
  • Pembacaan & Teknologi: Selain metode baca cepat kitab Al-Fatih, saya juga mendapat pelajaran tentang multimedia.
  • Ekstrakurikuler: Salah satu kegiatan kreatif yang kami lakukan adalah membuat tong-tong dari kardus.

Tantangan & Hambatan:

  • Insiden di Kamar Mandi: Ada satu kejadian yang membuat saya merasa malu dan tak nyaman. Suatu hari, pintu kamar mandi yang saya gunakan tiba-tiba dibuka oleh seseorang. Meski tak tahu siapa pelakunya, saya memilih untuk memaafkan.
  • Kesulitan Akademik: Meski saya bersemangat dalam setiap pelajaran, matematika tetap menjadi cabaran tersendiri bagi saya.

Penutup:
Saya berharap, IBS PKMKK akan terus melaju dan berkembang. Semua ilmu yang saya peroleh di sini, saya dedikasikan sebagai bentuk penghormatan dan untuk membanggakan almarhum bapak saya.

Penulis: Muhammad Rifki Wahyudi